Showing posts with label Amerika Serikat. Show all posts
Showing posts with label Amerika Serikat. Show all posts

Wednesday, June 18, 2025

Pengalaman Pengajuan Green Card USA dengan Employment Based

Ada tiga tahap yang mesti dilalui ketika mengajukan green card atau permanent residence di Amerika Serikat melalui jalur pekerjaan.

Sebelum memulai tahap tersebut, perusahaan pemberi kerja dalam hal ini sebagai sponsor yang selanjutnya disebut sebagai petitioner harus membuka lowongan pekerjaan dan mengiklankannya di media cetak dan elektronik selama tiga bulan. Jika dalam masa itu tidak ada warga Amerika yang dianggap memenuhi syarat yang diinginkan perusahaan, maka mereka diperbolehkan merekrut warga negara asing yang memenuhi syarat (selanjutnya disebut beneficiary). Perusahaan akan menunjuk pengacara imigrasi yang akan mengurus semua persyaratan dan mendaftarkannya ke departemen terkait.

Di sini saya hanya bisa menceritakan proses dan apa saja yang harus saya lengkapi untuk setiap tahap.

Tahap pertama, pengajuan Permanent Labor Certification ke  Department of Labor (DoL). Pengacara akan memasukkan file ETA Form 9089 ke DoL yang berisikan informasi perusahaan dan pekerjaan yang dimaksud, serta informasi pengalaman kerja kandidat. Untuk itu saya diminta membuat surat keterangan pengalaman kerja dari semua perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya dan harus ditandatangani oleh manajer saya ketika bekerja di tempat itu. Di sini saya kuatir akan kesulitan karena saya bekerja di tujuh negara sebelumnya dan belum tentu saya bisa menghubungi manajer saya ketika itu. Untungnya ada linkedIn, dan semua ex-manajer saya punya akun profil di situ, sehingga memudahkan saya menghubungi mereka. Ada yang masih bekerja di perusahaan yang sama dan ada juga yang sudah pindah ke perusahaan lain. Kurang lebih satu bulan saya sudah bisa mendapatkan semua surat keterangan pengalaman kerja tersebut. Semua kelengkapan diajukan ke DoL oleh pengacara sekitar bulan oktober 2021. DoL akan memproses ini maksimal 6 bulan. Pada April 2022, Perm labor certificate saya keluar. Certificate hanya berlaku 6 bulan, untuk itu tahap kedua harus dimulai maksimal 6 bulan setelah certificate ini diterima, jika tidak maka tahap satu harus diulang dari awal.

Tahap kedua, pengajuan petisi I-140 ke departemen imigrasi (USCIS). Di tahap ini sebagian besar dilakukan oleh pihak pengacara dan perusahaan. Saya hanya diminta melengkapi terjemahan ijazah dan transkrip nilai sarjana ke Bahasa Inggris. Di Indonesia, harus menggunakan jasa penerjemah tersumpah dengan SK gub DKI yang diakui. Ada beberapa dokumen yang memerlukan jasa penerjemah ini, saya menggunakan jasa dari solusipenerjemah.com dan megapenerjemah.com. Petisi I-140 saya diajukan pada bulan oktober 2022 dan dapat kabar disetujui pada bulan juni 2023. Di tahap ini kita mendapat case number dari USCIS yang bisa kita pantau statusnya secara online.

 

Petisi dari USCIS ke pengacara yang akan digunakan untuk proses berikutnya ke NVC.


Tahap ketiga, bagi beneficiary yang masih berada di US dengan menggunakan visa H1, maka proses berikutnya adalah I-485 atau penyesuaian status dari temporary working visa ke permanent status. Karena saya sudah kembali ke Indonesia, maka proses saya diarahkan ke NVC (National Visa Center) untuk consular processing. Untuk itu saya diminta menyerahkan beberapa dokumen antara lain: akta kelahiran, surat nikah dan police certificate dari negara-negara tempat saya bekerja sebelumnya. Yang NVC minta police certificate dari Jepang, Rusia dan Bahrain. Police certificate dari Saudi, Thailand dan India, bahkan SKCK Indonesia tidak diminta.

Untuk police certificate Jepang bisa kita ajukan di konsulat Jepang. Saya mengajukan di konsulat Jepang di Surabaya berdasarkan wilayah jurisdiksi sesuai KTP. Ada lima lokasi konsulat Jepang, pastikan mengunjungi konsulat sesuai wilayah jurisdiksi mereka berdasarkan KTP. Di konsulat Jepang, kita hanya perlu membawa passport dan mereka akan mengambil data sidik jari lengkap. Sebaiknya menelpon ke konsulat untuk mengatur jadwal pengambilan sidik jari. Data itu akan mereka kirim ke pihak kepolisian di Jepang untuk di verifikasi. Proses ini sendiri tidak dipungut biaya, tapi hasilnya baru keluar setelah dua bulan. Police certificate itu harus diambil sendiri ke konsulat atau boleh diwakilkan. Police certificate Jepang dalam amplop bersegel yang bertuliskan tidak boleh dibuka. Karena surat itu perlu dimasukkan ke NVC, jadinya saya harus mengirimkannya ke pihak pengacara di Amerika. Kirim dokumen via DHL diterima di Amerika dalam seminggu.

Untuk police certificate Rusia kita ajukan di kedutaan besar Rusia di Jakarta. Mereka menyebutnya СПРАВКА (Police Clearance). Perlu bawa passport lama yang berisikan visa Rusia dan perlu mengisi formulir. Alamat ketika tinggal di Rusia perlu dicantumkan. Prosesnya sekitar satu bulan. Certificate dalam Bahasa Rusia yang perlu di terjemahkan ke Bahasa Inggris. Saya menggunakan jasa terjemah tersumpah. Hasil terjemahan Bahasa inggris tersebut perlu dibawa lagi ke kedutaan rusia untuk di legalisasi. Proses legalisasi ini saya bayar 72$.

Untuk police certificate Bahrain (mereka menyebutnya good conduct certificate) bisa dilakukan secara online melalui https://services.bahrain.bh/wps/portal/GoodConductCertificate_en. Untuk mengajukan ini diperlukan personal number dari ID card atau CPR, semacam KTP yang kita dapat ketika tinggal di Bahrain. Untungnya saja kartu ini masih saya simpan. Selain formulir data diri, kita juga perlu menyertakan data sidik jari yang formatnya sudah mereka sediakan. Pengambilan sidik jari ini harus dilakukan di kantor polisi terdekat. Pengambilan sidik jari ini harus benar dan bersih jelas memperlihatkan sidik jari. Saya mesti mengulang beberapa kali ke kantor polisi karena hasilnya tidak diterima oleh pihak Bahrain. Jari harus dirol untuk mendapatkan sidik jari yang utuh, tidak hanya sekedar ditempelkan. Bisa lihat di youtube beberapa video dengan tema how to take your fingerprint. Biayanya 1 BHD atau sekitar 42.000 Rupiah. Prosesnya sebenarnya kurang dari seminggu, cuma karena hasil sidik jari saya yang tidak kunjung diterima, baru bisa selesai lebih dari sebulan.

Ditahap ini juga mulai mengisi form DS-260 untuk immigrant, yang formatnya sama dengan for DS-160 untuk non-immigrant (untuk visa turis, pelajar, temporary worker, dll). Mengisi data pribadi, alamat, pengalaman kerja dll. Biayanya 345$. Di form ini kita perlu mengisi alamat di Amerika Serikat di mana nantinya green card akan dikirimkan, saya mengisi alamat kantor perusahaan. Bisa juga menggunakan alamat kerabat atau teman di Amerika Serikat yang punya alamat tetap.

Setelah semua dokumen yang diperlukan diserahkan, NVC akan mengirimkan notifikasi bahwa dokumen lengkap dan fee DS-260 sudah dibayar. Kurang lebih sebulan, NVC mengirimkan notifikasi lagi bahwa semua dokumen kita telah dilimpahkan ke kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta. Selanjutnya kita menunggu konfirmasi dari kedubes AS untuk bisa mulai mengajukan jadwal wawancara secara online melalui http://www.usvisascheduling.com/.

Sebelum melakukan wawancara di kedutaan, kita diharuskan melakukan medical check-up (MCU) di RS dan dokter yang ditunjuk oleh kedutaan AS. Saat membuat tulisan ini, MCU visa AS harus dilakukan di RS Premier Bintaro. Kita harus menghubungi pihak RS sebelumnya untuk mengatur jadwal MCU. Pastikan ada jarak sekitar 2 minggu antara MCU dan wawancara visa di kedutaan. Hasil MCU keluar dalam waktu 10 hari, yang hasilnya langsung dikirimkan ke kedubes AS. Biaya MCU sekitar 5-9 juta rupiah per orang. Hasil MCU ini hanya valid selama sekitar 3-6 bulan, jadi begitu kita dapat info hasilnya sudah disubmit ke kedutaan, kita harus segera mengajukan jadwal wawancara.

Saat wawancara kita diminta untuk membawa beberapa dokumen asli beserta fotokopinya seperti akta lahir, buku nikah (buku untuk suami dan istri), 2 lembar pas foto dengan latar putih 5x5cm dan SKCK asli yang telah kita submit ke NVC sebelumnya. Pas foto yang kita serahkan di sini juga nantinya yang akan digunakan di visa dan juga green card. Petugas kedutaan akan  memeriksa dokumen tersebut dan mengambil data sidik jari. Untuk anak di bawah umur 14 tahun tidak diharuskan datang. Periksa lagi aturan ini, jika ternyata ada perubahan. Setelah verifikasi, dokumen asli dikembalikan. Saat wawancara petugas kembali menanyai data diri untuk verifikasi. Untuk kasus saya ditanyai sudah berapa lama bekerja di perusahaan yang jadi sponsor, apa jobdesc di perusahaan tersebut, dan sebelum itu bekerja di mana. Selanjutnya petugas tidak terlalu banyak tanya kemudian mengatakan visa saya disetujui.

Passport dengan visa di dalamnya akan dikirimkan sekitar seminggu setelah wawancara. Bersama passport ada satu bundel dokumen yang disiapkan oleh kedutaan untuk kita serahkan ke petugas imigrasi ketika kita tiba di Amerika. Dokumen tersebut tidak boleh dibuka selain oleh petugas imigrasi Amerika. 

Setelah menerima visa, kita harus bayar immigration fee $220 per passport untuk biaya pemrosesan kartu green card. Terdapat lembaran instruksi pembayarannya yang disertakan saat menerima passport. Fee ini bisa dibayar sebelum atau sesudah tiba di Amerika. Tapi sebaiknya dibayarkan sebelum berangkat ke Amerika. Proses pembuatan green card akan dimulai setelah fee dibayar dan kita dapat stamp masuk di Amerika Serikat. Di email payment confirmation ada case number dari USCIS yang bisa kita pantau statusnya secara online.

Saat check-in penerbangan menuju Amerika, pihak maskapai yang sudah paham akan jenis-jenis visa Amerika, juga menanyakan untuk memastikan jika kita membawa bundelan dokumen dari pihak kedubes AS. Ketika tiba di Amerika, petugas imigrasi tidak bertanya apa-apa, dia cuma memeriksa visa dan passport serta bundelan dokumen dari kedutaan, mengambil foto kemudian mengarahkan ke secondary room sambil membawa dokumen tersebut yang kemudian diserahkan ke petugas lain di situ. Dalam ruangan tersebut, saya tidak menunggu terlalu lama, karena kebetulan hanya ada satu orang lain yang antri. Petugas membuka dan memeriksa bundelan dokumen tersebut dan menanyakan jika alamat pos untuk pengiriman green card nya sudah benar. Petugas menyerahkan kembali CD hasil MCU yang ada dalam bundelan dokumen, selanjutnya dibolehkan keluar ambil bagasi.

Selanjutnya tinggal monitor statusnya di web site USCIS. Urutan progress status di web USCIS:

  1. Immigrant visa fee payment received.
  2. Card is being produced. 
  3. Card was mailed to me. Belum tersedia tracking number dari USPS. Cek lagi satu atau dua hari kemudian untuk update tracking number. 
  4. Card was picked up by the USPS. Sudah tersedia tracking number yang bisa kita cek status pengirimannya di web site USPS. 
  5. Card was delivered to me by the post office. Kartu sudah diterima sesuai alamat.


Green card saya terima tepat sebulan setelah saya masuk Amerika Serikat.




Wassalam,

Takbir


Friday, November 10, 2017

Menyetir di Amerika Serikat (California)


Saya sudah menyisihkan dana untuk membeli mobil sebelum saya berangkat ke US. Teman yang sudah lebih dulu di sini juga telah memberi tahu, bahwa memiliki kendaraan di sini sangat penting. Kalau tidak, maka mobilitas kita akan sangat terbatas. Saya sendiri memang sudah punya rencana untuk berkeliling US dengan menyetir mobil sendiri, sebelum nanti saya memutuskan pulang, meninggalkan US.

Sarana transportasi umum di US bukannya tidak ada atau tidak bagus. Di kota-kota besar, seperti San Francisco (SF), sarana tranportasi umumnya sangat bagus, banyak, dan menjangkau setiap sudut kota. Namun sebagian besar orang memilih tinggal di luar kota, karena harga jual maupun sewa property di kota sangatlah mahal. Untuk menjangkau area luar kota, tersedia juga bus umum, namun jadwalnya bisa sejam sekali, dan tidak menjangkau semua tempat. Sebagian besar orang yang bekerja di SF, memarkir mobil di stasiun, kemudian naik kereta (BART) menuju SF. Hemat waktu, tenaga dan juga uang. Tarif parkir di SF sangat mahal.

Kantor-kantor perusahaan juga tidak semuanya ada di SF, tetapi tersebar di banyak wilayah.  Kantor saya sendiri saat ini berjarak 16 KM dari tempat tinggal saya. Dan klien kami kantornya di tempat lain yang berjarak kurang lebih 25 KM. Mau tidak mau, memang harus punya kendaraan sendiri. Bukan cuma untuk keperluan pergi ke kantor, tetapi juga untuk pergi belanja keperluan sehari-hari.

Setiap negara bagian punya aturan berkendara masing-masing. Di sini saya mau menceritakan bagaimana mendapatkan Driver License di California. Singkatnya kita harus lulus ujian online dan tes berkendara. Materi ujian online bisa diunduh di sini https://www.dmv.ca.gov/web/eng_pdf/dl600.pdf
Simulasi tes juga bisa kita lakukan dari banyak apps yang tersedia buat pengguna Android maupun iOS apple. Saya sendiri butuh satu bulan untuk membaca materi dan melakukan simulasi tes, hingga merasa lebih percaya diri untuk melakukan ujian online.

Ujian online bisa dilakukan di kantor DMV terdekat. Jika tidak ingin antri terlalu lama, bisa mendaftar dengan appointment melalui situs web dmv.ca.gov. Atau bisa juga langsung datang dan mengantri. Biaya tes untuk mendapatkan SIM adalah 33 USD. Jika tidak bisa lulus setelah tiga kali percobaan, maka akan dikenakan lagi biaya yang sama untuk tiga kali lagi kesempatan berikutnya. Jumlah soal ada sekitar 50-60 dengan maksimal kesalahan adalah 6. Kita akan langsung tahu jawaban kita salah atau benar setiap kali kita tekan tombol next. Saya langsung lulus dipercobaan yang pertama. Wajar, karena belajar dan latihan soal selama sebulan.

Setelah lulus ujian tulis, kita akan dapat SIM sementara yang berlaku selama 6 bulan. Dalam jangka waktu 6 bulan, kita harus melakukan tes berkendara (behind the wheel). SIM sementara ini membolehkan kita berkendara dengan pengawasan orang lain yang sudah mempunyai SIM yang valid. Dengan SIM sementara ini, saya kemudian memutuskan untuk membeli mobil.
Harga mobil di US hampir sama dengan harga mobil di Indonesia, terutama mobil buatan Jepang dan Korea. Untuk mobil buatan Amerika atau Eropa, harga di sini jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia. Di Indonesia, termasuk barang mewah karena pajak impor yang tinggi. Jika ingin beli dengan cara kredit, kita harus punya credit history sebelumnya. Karena saya masih baru, jadi tidak punya credit history. Saya terbantu untuk mendapatkan kredit karena saya bisa membayar uang muka lebih tinggi. Jika bisa membayar tunai tentunya akan lebih gampang. Memiliki kendaraan bermotor di sini, kita juga diwajibkan untuk memiliki asuransi.  Adapun pajak kendaraan tahunan kurang lebih sama dengan Indonesia, sekitar 250$ per tahun.


Di US, kita menyetir di sebelah kiri. Awalnya saya sedikit gugup, apalagi mobil yang saya beli itu matic. Belum pernah bawa mobil matic sebelumnya. Pengendara di sini juga bawa mobilnya sangat laju. Untungnya di sini rambu lalu lintas sangat jelas, dan pengendara lainnya patuh pada rambu. Setelah dua tiga hari, saya mulai terbiasa menyetir kiri. Bahkan merasa lebih nyaman dengan mobil transmisi automatic. Butuh waktu agak lama menyesuaikan dengan kecepatan tinggi pengendara lain, terutama jika masuk ke freeway.

Setelah terbiasa menyetir, saya pun daftar untuk tes berkendara. Petugas akan menguji kita akan penguasaan kendaraan, seperti lampu belok, rem, emergency, lampu jauh, dan penggunaan sinyal dengan tangan jika lampu tersebut tidak berfungsi. Petugas kemudian akan duduk disamping kita dan mengarahkan ke mana kita berkeliling selama tes berkendara ini. Beberapa kesalahan diberitahukan petugas setelah ujian selesai, tetapi saya dinyatakan lulus.

Berkendaraan dengan roda dua atau empat, sudah menjadi budaya masyarakat lokal Amerika Serikat. Banyak warga lanjut usia yang masih mengemudi. Kita bisa berkendara dari pantai barat di Samudra Pasifik ke pantai timur yang menghadap Samudra Atlantik dalam waktu seminggu. Kota-kota terhubung dengan jalan bebas hambatan yang lebar. Perjalanan terjauh saya baru ke Los Angeles yang berjarak sekitar 600 KM yang saya tempuh dalam waktu 6 jam. Itu juga sudah pakai berhenti dua kali. Ada banyak tempat peristirahatan sepanjang perjalanan, untuk isi bensin ataupun sekedar istirahat meluruskan badan.

Ketika pulang berlibur ke Indonesia, kembali menyetir sebelah kanan dengan transmisi manual, saya masih sering salah jalur atau lupa injak kopling ketika berhenti di perempatan. Dan yang paling sering itu terbalik antara wiper dan sinyal belok. Tiba-tiba kaget, tidak ada hujan tapi tidak sengaja mengaktifkan wiper padahal mau belok. Di US saya berkendara menaati rambu-rambu, di Indonesia ketika saya berusaha mengikuti rambu lalu lintas, tetapi pengendara lain yang beringas melanggar lalulintas, saya pun jadi ikut terbawa berkendara dengan brutal. Sering membunyikan klakson. Di sini jika lampu merah mati, maka pengendara akan bergantian melintas satu per satu berlawanan arah jarum jam. Kondisi yang sama di Indonesia, tentunya tidak ada yang mau mengalah dan akhirnya jadi macet sendiri.

Mudah-mudahan nanti sebelum akhirnya selesai dari sini, saya berkesempatan berkeliling melakukan road trip di US. Tentunya akan lebih banyak lagi cerita yang bisa saya tuliskan di sini nanti.


Salam,
Takbir

Sunday, June 11, 2017

San Francisco, The City by the Bay

Sesaat berkeliling di Kota San Francisco, saya langsung merasakan kemiripannya dengan Kota Istanbul di Turki  dan Yokohama di Jepang. Cuacanya sama, dan letaknya yang dekat dengan laut dan bisa disandari oleh kapal pesiar berukuran besar. San Fransisco dulunya adalah kota pelabuhan jika akan berlayar menuju Asia. Sepanjang pelabuhan yang dulunya adalah terminal penumpang laut, sekarang berubah jadi pusat turis dan atraksi utama di SF selain lokasi Jembatan Golden Gate yang merupakan ikon kota ini tentunya. Kontur San Fransisco yang berbukit-bukit benar-benar mengingatkan saya dengan Istanbul.

Lokasinya yang berada di teluk menghadap samudra pasifik bagian utara, menjadikan cuaca kota SF juga sangat menyenangkan, tidak terlalu dingin saat winter dan juga tetap sejuk saat summer. Padahal hanya berjarak satu jam, di tempat tinggal saya, yang saat musim panas terasa sangat panas. Sangat banyak perusahaan teknologi, elektronik atau perangkat lunak yang punya basis di SF dan sekitarnya. Tidak heran harga properti di SF jadi sangat mahal. Biaya hidup di SF merupakan yang termahal di antara kota-kota besar di Amerika Serikat.

Jika punya waktu tiga hari berkunjung, untuk biaya transport lebih murah jika beli CityPass yang valid untuk cable car, subway dan jaringan bus kota. Harganya sekitar 89$.

Coit Tower dari arah pelabuhan.
Selama di sini, saya berdomisili di kota kecil Concord, sekitar satu jam dari Kota San Francisco. Untuk menuju ke SF bisa dengan naik kereta BART (Bay Area Rapid Transport) atau dengan mengendarai mobil. Di sini saya membeli mobil, mungkin lain nanti saya tulis bagaimana membeli mobil dan mengurus SIM di sini.

Di acara jalan-jalan kali ini, Istri saya, Merry, ikut, dia ambil cuti untuk berlibur ke sini. Pertama kalinya dia ke luar negeri dan visa pertama di passportnya adalah visa Amerika Serikat. Semua tujuan saya yang atur, dia tau beres saja. Yang pertama adalah keliling di sekitar pelabuhan SF. Karena saya pikir tidak akan berkeliling terlalu jauh, maka saya putuskan untuk naik BART dari stasiun terdekat dari tempat tinggal kami, dan parkir mobil di stasiun. Kami turun di stasiun Embarcadero. Dari situ mulai jalan menyurusuri pelabuhan hingga ke Pier 39. Saya lihat Merry sangat antusias, di beberapa tempat dia minta di foto. Karena terlalu sering berhenti memperhatikan orang-orang yang lalu lalang atau berfoto, tidak terasa sejam berlalu dan kita baru tiba di Pier 39. Di sini banyak toko suvenir dan cemilan. Dan juga beberapa pertunjukan atraksi.


Yang banyak orang kunjungi juga di Pier 39 itu ada sekumpulan Anjing Laut, yang berkumpul di sini mungkin hampir sepanjang tahun. Mahluk ini sepertinya cocok dengan temperatur area teluk San Francisco yang sejuk sepanjang tahun.
Salah satu spot terbaik di Pier 39 untuk memotret pemandangan kota San Franciso
Dari Pier 39 sebenarnya sudah rencana pulang dulu, tapi saya lihat di peta, jarak ke Lombard street terlihat dekat, akhirnya saya ajak Merry jalan ke sana. Ternyata jarak yang dekat itu terasa sangat jauh karena harus jalan mendaki, bahkan saya pikir kemiringannya nyaris empat puluh lima derajat. Merry mulai menggerutu. Ketika tiba di Lombard street juga cuma di bawah saja. Saya ajak Merry ke atas dia sudah ogah. Dari Lombard street kami jalan kaki menuju stasiun BART Powell street. Yang ternyata jauh juga. Kami melewati China Town dan Union Square untuk tiba di stasiun BART. Saya masih semangat untuk kadang berhenti dan mengambil gambar, tetapi Merry sudah tidak punya mood sama sekali. Dia menggerutu, katanya diajak jalan-jalan, eh ternyata jalan kaki beneran. Hahaha.. Baru tahu dia, kalau selama ini saya traveling itu banyak jalan kaki. Dia kira sekedar senang-senang doang bisa lihat banyak tempat. Kalau mau lihat banyak tempat ya mesti jalan kaki. Total hari itu kami berjalan kaki dari jam 3 sore hingga jam 8 malam. Terasa lega begitu naik BART, mengistirahatkan kaki yang pegal.

Lombard Street.
Di kunjungan berikutnya, kami bawa mobil dan parkir di Union Square. Tarif parkir 2.5$ per jam. Kali ini kami tidak mau eksplorasi jalan kaki terlalu jauh. Cuma di sekitar area China Town. Itupun lumayan juga jalannya. Sebanranya kita bisa parkir di tepi jalan yang lebih dekat ke area China Town, menggunakan parkir meter milik pemerintah kota, tetapi untung-untungan untuk bisa dapat tempat. Untuk beli suvenir, sebaiknya memang di sini, karena barang yang sama dengan toko suvenir di area Pier 39 atau Fisherman Wharf, harganya lebih murah. Dari situ kemudian kami cuma nongkrong di Union Square memperhatikan orang berlalu lalang dan menikmati musik jazz dari pengamen jalanan yang bawa anggota band komplit. Kali ini Merry tidak ngomel.

Union Square
Selanjutnya kami mengunjungi Jembatan Golden Gate, ikon kota San Francisco, yang sepertinya masuk list must see, jika berkunjung ke kota ini. Jembatan ini menghubungkan kota San Francisco bagian utara dan selatan dan di selesaikan setelah empat tahun konstruksi pada 1937. Ini foto terbaik yang bisa saya ambil ketika malam hari.
Painted Ladies adalah istilah bangunan rumah gaya Victoria, yang dicat dengan tiga warna atau lebih. Ada banyak tempat dengan bangunan seperti ini di San Francisco, tetapi yang ramai dikunjungi yang di Steiner Street, Alamo Square. Karena ada taman, dan sekalian bisa melihat painted ladies dengan latar belakang pemandangan gedung-gedung tinggi Kota San Francisco. Paling bagus datang saat sore hari, karena bangunan ini menghadap ke barat, jadi latar belakang pemandangan langitnya berwarna biru.



Di kunjungan yang berbeda dengan teman, saya menyebrang ke Alcatraz, yang dulunya lokasi penjara bagi napi kelas kakap di Amerika. Termasuk si bos mafia asal Chicago, Al Capone. "Break the rules and you go to prison, break the prison rules and you go to Alcatraz"

Lokasinya tidak jauh dan berada di tengah teluk San Franciso. Kita bisa melihatnya dari Pelabuhan San Franciso. Jika ingin menyebrang, kita bisa naik ferry yang tersedia setiap 30 menit, naiknya di Pier 33. Tiket ferry pergi dan pulangnya sekitar 35$ sudah termasuk ongkos masuk area penjaranya.






Sel tempat di mana Al Capone di penjara sekitar dua setengah tahun.

Bisa bayangkan perasaan napi yang sel nya punya jendela memandangi kebebasan di seberang sana.
Di atas ferry kembali menuju San Francisco

Yang bisa kita saksikan di kota San Francisco dan sekitarnya bukan cuma tempat-tempat menarik tapi juga hiburan yang selama ini hanya bisa nonton di televisi. Salah satunya saya berkesempatan nonton langsung konser band Metallica. Sebenarnya saya bukan fans tapi ada teman yang mengajak, katanya kapan lagi bisa nonton langsung. Metallica pernah konser di Ancol Jakarta dan untuk dapat tiketnya sangat susah. Kali ini, konsernya berlangsung di AT&T Park sehari sebelum Final Superbowl ke-50 yang kebetulan kota San Francisco jadi tuan rumahnya. Penonton yang datang sudah lintas generasi, maklum band ini sudah ngetop sejak awal 90-an. Jadi banyak yang sudah berusia 40-50an juga datang dan ikut berjingkrak-jingkrak mendengarkan dentuman lagu rock. Ketika antri tiket, bapak yang memeriksa tiket tidak henti-hentinya mengingatkan setiap penonton agar selama konser jangan kebanyakan minum alkohol, jangan mabuk. Di luar tempat konser, ada sekelompok demonstran yang di bajunya saya baca Army of God yang menentang konser ini, mereka anggap konser Metallica sebagai ritual pengikut setan. Tuhan akan mengirim kalian ke neraka! serapah mereka. Para penonton yang antri malah membalas dengan teriakan, "See you in hell!". Hahaha.. cerminan Amerika yang liberal dan bebas berekspresi.

Sejak eranya Michael Jordan, saya sudah jarang nonton pertandingan bola basket NBA. Tapi karena ternyata, tim juara tahun 2015, Golden State Warrior, markasnya di Oakland Arena atau hanya sekitar 30 menit dari San Francisco, saya jadi mulai sering nonton lagi. Apalagi melihat warga lokal sini, yang begitu antusias mendukung tim kebanggan mereka ini. Saya berkesempatan menonton langsung Warriors bertanding di Oakland Arena, ketika berhadapan dengan OKC Thunders. Sebagai juara bertahan waktu itu, harga tiketnya jadi melambung tinggi. Tiket yang saya beli seharga 180$ (termasuk pajak), itu dapat tempat duduk di atas, baris ketiga sebelum dinding. Bisa dibayangkan berapa harga tiket yang duduk di tepi lapangan. Itu harga musim regular, bukan babak play off apalagi jika Warriors masuk Final.
Untuk menonton pertandingan NBA dengan tiket yang lebih murah, sekitar 40$, saya juga pernah ke Sacramento. Tim lokal sana adalah Kings. Yang penampilannya di liga kurang bagus, dan sudah jarang bisa lolos play off. Ada harga ada kualitas. Sacramento adalah ibukota California. Butuh sekitar satu jam perjalanan menyetir dari tempat saya di Concord.


Sekitar satu jam ke selatan San Francisco ada kota San Jose yang merupakan kandang Sharks, salah satu tim liga Hockey NHL. Teman-teman kantor mengajak untuk nonton bareng, buat saya ini kesempatan untuk melihat hal baru. Saya kagum melihat bagaimana para pemain begitu lincah meluncur berkelok di atas permukaan es. Saling bertabrakan adalah hal yang tidak bisa terhindarkan, sehingga kejadian pemain berantem itu adalah lumrah.

Bagi saya, klub olahraga yang menjadi simbol dan semangat kota San Francisco adalah tim Baseball San Francisco Giants. Karena sering menyaksikan pertandingan di televisi, saya jadi mengerti aturan mainnya, menikmati pertandingannya, dan menjadi fans Giants. Waktu normalnya satu pertandingan berlangsung hingga tiga setengah jam. Jika ingin merasakan antusiasnya warga San Francisco atau secara umum di sekitar Bay Area, maka sempatkan lah berkunjung ke AT&T Park menyaksikan Giants bertanding. Dalam satu musim, sepanjang April hingga Oktober, setidaknya mereka bertanding 81 kali di kandang. Harga tiket akan lebih murah saat weekday, senin-jumat, kecuali jika hari libur. Saat akhir pekan, AT&T jadi salah satu tujuan piknik atau liburan keluarga. Dari anak kecil hingga para orang tua, datang mendukung Giants. Kereta menuju San Francisco dipenuhi penumpang dengan seragam atau t-shirt khas supporter Giants. Kadang saya membayangkan, harusnya kondisi stadion olahraga di Indonesia, suasananya seperti ini. Ramah bagi pengunjung segala usia. Orang-orang datang untuk menikmati pertandingan, kalah atau menang suasana tetap tenang. Selalu seru bersorak dengan penonton di kiri kanan kita, mendukung tim yang sama meski tidak saling kenal. Berbagi keceriaan jika menang dan kekecewaan jika harus kalah.








Salam,
Takbir

Sunday, August 14, 2016

Cerita Mengajukan Visa Kerja ke Amerika Serikat


Ketika pertama kali ditawari oleh teman untuk kerja di Amerika Serikat, saya sejujurnya tidak terlalu menanggapi serius, karena saya tahu, tidak mudah untuk mendapatkan ijin kerja di sana. Setahun lebih setelah pertama kali ditawarkan akhirnya, saya diminta untuk mengirimkan Resume terbaru dan Copy Ijazah dengan terjemahan Bahasa Inggris. Ketika mengirimkannya, itupun saya tidak terlalu begitu optimis, karena menurut teman kita harus ikut semacam lottery untuk bisa mendapatkan petisi visa kerja kategori H1B. Sebulan kemudian, saya mendapat kabar bahwa lottery saya tembus, dan perusahaan di sana meminta konfirmasi dan mengirimkan kontrak kerja sebelum mereka mulai mengurus petisi untuk mendapatkan visa H1B. Setelah petisi dimasukkan, kita akan mendapatkan nomor case petisi, yang bisa kita monitor statusnya melalu website:
https://egov.uscis.gov/casestatus/landing.do

Saya harus menunggu selama enam bulan, hingga status petisi H1B disetujui. Dokumen asli kemudian dikirimkan ke Indonesia, yang harus saya bawa ketika mengajukan permohonan visa di kedutaan AS di Jakarta. Dokumen asli H1B juga harus dibawa ke AS karena akan diminta untuk diperiksa oleh petugas imigrasi di Bandara.

Untuk mengurus visa amerika untuk semua kategori, kita harus daftar dan mengisi aplikasi online DS-160 di web ini https://ceac.state.gov/GenNIV/Default.aspx. Siapkan file foto terbaru dengan latar belakang putih. Bagi yang berjilbab, wajah harus kelihatan jelas, alis jangan tertutup dan jidat terlihat jelas.

Untuk pengajuan H1B data yang diperlukan seperti nama perusahaan, alamat perusahaan, nomor petisi H1B. Serta perlu juga alamat tempat tinggal di sana. Saya masukkan alamat teman yang juga akan menjadi rekan kerja saya disana. Pastikan semua data yang dimasukkan benar. Setiap halaman bisa kita simpan dan kita lanjutkan kemudian.

Setelah itu kita harus menjadwalkan wawancara di kedutaan AS. Kalau di Indonesia bisa di Jakarta atau Surabaya. Untuk jadwal wawancara kita harus daftar online di sini http://www.ustraveldocs.com/id/index.html?firstTime=No

Sebelum kita dapat memilih jadwal wawancara, kita harus membayar biaya visa. Nanti kita akan diberikan semacam Virtual Account number, dengan biaya visa yang harus dibayar, dalam mata uang rupiah. Bisa kita bayarkan melalui Standard Chartered atau CIMB Niaga. Butuh waktu sekitar 2 hari hingga pembayaran kita tervalidasi dan nomor virtual account diterima ketika akan menjadwalkan wawancara. Jika ada masalah dengan pembayaran, dan kita sudah bayar tapi tetap tidak bisa mendapatkan jadwal wawancara, bisa kirim email ke support@ustraveldocs.com

Jadwal wawancara setiap hari kerja, grup pertama pukul 7 pagi dan yang kedua pukul 9 pagi.

Kelengkapan yang wajib kita bawa ketika akan mengajukan visa adalah passport, petisi H1B yang asli, form DS-160, form jadwal wawancara dan bukti pembayaran. Kelengkapan lainnya buat persiapan jika diminta seperti buku nikah, jika membawa istri/suami serta kartu keluarga dan ijazah terakhir. Untuk kasus seperti istri saya dimana dia membuat visa setelah saya sudah di AS, maka dia perlu membawa berkas I-94 yang berupa bukti bahwa saya sudah masuk di AS dan di situ tertera pula batas waktu saya dibolehkan tinggal di AS.

Ketika antri untuk masuk, petugas keamanan di depan kedutaan akan memeriksa kelengkapan DS-160 dan kertas jadwal wawancara. Bawa berkas yang diperlukan saja. Jangan bawa tas atau botol air minum. Yang bisa dan harus dititipkan di pos keamanan hanya handphone dan dompet. Setelah melewati pos keamanan, kita harus ambil nomor antri lagi,  nanti ada petugas yang keliling mengecek kelengkapan, kemudian kita ke loket untuk memberikan semua kelengkapan berkas yang diperlukan dan diberi nomor grup untuk masuk ke ruang wawancara.

Memasuki ruang wawancara kita harus lebih dulu diambil sidik jari. Dan duduk menunggu grup kita dipanggil untuk diwawancarai. Semua pewawancara adalah warga AS yang lancar berbahasa indonesia, jadi jangan ragu-ragu tanya jawab dengan bahasa Indonesia.

Ruang interviewnya terbuka jadi kita bisa dengar tanya-jawab yg sebelum kita. Yang ditolak visanya rata-rata cewek. 
Ada yang dengan pede bilang akan ketemu pacarnya warga Kanada yang kerja di AS, visa langsung ditolak. 
Ada yang akan liburan menyebutkan akan tinggal di rumah teman, tapi ditanya alamat teman dia ga bisa kasih alamat jelas, ditolak. 
Ada juga  yang sempat ditanya sama petugas, "kamu pernah apply visa UK tapi ditolak ya?", dia jawab tidak. Setelah dikonfrontasi sama petugas, tidak berapa lama dia bilang iya. Petugas bilang kamu lupa atau pura-pura lupa? akhirnya visanya ditolak. Padahal dia membawa surat jaminan kantor bahwa dia akan kembali. Dia sempat tanya jika perlu melengkapi surat-surat lagi atau tidak, tapi petugas bergeming bilang visanya ditolak.
Ada seorang bapak  yang ditolak visanya karena surat undangan acara di AS nya sudah lewat 2 hari, petugas bilang buat apa bapak apply visa kalau acaranya sdh lewat? visanya ditolak.

Ada yang akan bekerja di sana sebagai pembantu rumah tangga, tetapi ketika ditanya apakah dia tahu berapa gaji yang akan diberikan dan bagaimana dia nanti akan mendapatkan gajinya, dia bilang tidak tahu. Kemudian agen yang mengurusinya memberikan bukti kontrak, dan petugas wawancara kemudian memeriksa sebentar, dan mengatakan gaji yang diberikan dikontraknya kurang dari gaji minimal di AS. Gaji minimal di AS berbeda-beda disetiap State, tetapi secara umum upah minimum adalah 9 USD per jam. Pengajuan visanya disuruh ulang, dengan membawa kelengkapan lainnya.

Ketika tiba giliran saya, saya ditanya sudah berapa lama kerja untuk perusahaan yang mengundang saya itu, saya bilang ini pertama kali saya akan kerja untuk mereka. Kemudian saya ditanya tentang pekerjaan apa yang akan saya lakukan di sana, di bidang apa. Kemudian di tanya sudah berapa lama kerja di bidang tersebut, saya jawab 10 tahun. Selanjutnya ditanya, terakhir kerja di mana. Setelah itu pewawancara langsung bilang, selamat ya, visa kamu disetujui. Kemudian diberi kertas putih yang berisi petunjuk tentang pengambilan Passport yang akan dikirimkan sesuai alamat yang diisikan ketika kita mengisi formulir jadwal wawancara. Bagi yang visanya ditolak akan diberi kertas pink dan bagi yang dianggap berkasnya kurang dan perlu dilengkapi dan harus menjadwalkan kembali untuk wawancara akan diberi kertas hijau.

Yang visanya disetujui rata-rata memang tujuannya jelas dan mungkin menurut catatan keimigrasian atau intelijen AS mereka bersih. Saya lihat ada pasangan suami istri yg ingin berlibur ke US, mereka wawancara bersamaan di satu petugas, dengan membawa bukti surat nikah. Mereka juga membawa serta passport anak mereka, anaknya tidak perlu hadir. Kalau tidak salah ada batasan jika anak di bawah umur 12 tahun boleh diwakilkan oleh orang tua.
Ada calon mahasiswa yang akan apply visa, ayahnya dibolehkan masuk menemani saat wawancara.


Ada juga yang apply visa cuma istrinya, suami statusnya sudah bekerja di AS, suaminya dibolehkan masuk menemani istrinya untuk wawancara. Tetapi dilain kesempatan ketika istri saya akan wawancara, saya tidak dibolehkan masuk oleh petugas keamanan. Tapi istri saya visanya disetujui. Dan katanya, pewawancara hanya bertanya jika suami sudah di sana ya? Mau menyusul ke sana juga? Dan mereka minta menunjukkan buku nikah yang asli.

Di antara semua kedutaan yang pernah saya masuki untuk mengajukan visa kerja, AS memang yang paling ketat. Tetapi selama kita melengkapi dan mengikuti semua ketentuan yang mereka tetapkan, saya yakin visa akan disetujui

                                   
Salam,
Takbir