Thursday, June 30, 2011

Wajah-wajah Turki

Orang-orang Turki aslinya berasal dari wilayah Asia Tengah yang sekarang merupakan wilayah negara-negara ‘Stan’ (Uzbekistan, Turkmenistan, Kazakhstan, Tajikistan, Kyrgiztan) dan Wilayah Xinjiang yang dihuni suku Uyghur di China barat. Berbatasan dengan China di timur, Rusia dan Siberia di Utara, dan Persia di selatan. Berbatasan langsung dengan Persia yang ditaklukan Arab Muslim, secara perlahan membuat orang-orang Turki menerima pengaruh Islam dan kemudian memeluk agama Islam. Berasal dari wilayah dengan padang rumput yang luas, menjadikan bangsa Turki terkenal sebagai bangsa pengelana dan handal dalam berkuda. Di masa Kekhalifahan Abbasiyah, orang-orang Turki merupakan prajurit-prajurit tangguh. Kelompok-kelompok suku Turki bersatu di bawah dinasti Seljuk. Dinasti Seljuk berkembang dan melakukan ekspansi dari Asia Tengah ke Persia hingga Anatolia. Di bawah pimpinan Alp Arslan, dinasti Seljuk mengalahkan Romawi dalam perang Manzikert. Kemenangan Seljuk di Anatolia ini memberi dampak terhadap dua hal. Pertama, ancaman kekuasaan Kristen Romawi terhadap kekhalifahan Islam ternetralisir, dan kedua, bangsa Turki mulai membanjiri wilayah Anatolia atau Anadolu dalam dialek Turki yang artinya ‘timur’ dalam bahasa Yunani. Bangsa Turki kemudian mencapai puncak kejayaannya dimasa kekuasaan Usmani. Wilayah Usmani meliputi Asia dan Eropa, sehingga secara tidak langsung menjadi tempat berbaurnya manusia dari timur dan barat yang juga mempengaruhi wajah etnik Turki yang menempati negara Turki modern sekarang ini.

Pria pemilik lapak Souvenir depan Mesjid Biru Sultan Ahmet

Pasangan kakek dan nenek Turki di depan Mesjid Biru Sultan Ahmet. Ketika mereka berpose dipotret anaknya, saya ikut-ikutan motret

Mustafa, pemilik toko Kelontong di jalan tanjakan lewat belakang ke arah Mesjid Suleimaniye. Saya mampir buat beli sabun mandi, karena di Hostel tidak disediakan. Saya bilang 'soap', bapak ini ga ngerti, sambil saya peragain bintang Lux mandi pun dia masih ga ngerti sambil garuk-garuk kepala, ada pantomim gila masuk ke toko kelontongnya. Sudah kehabisan ide buat ngejelasin, sayapun bilang ke dia kalau saya mau beli 'sabun', Voila... dia ngerti, ternyata kata sabun bahasa Turkinya sabun juga. Sama seperti bahasa Arab. Sambil ketawa, kemudian dia ngasih saya permen, dan sebagai balasannya dia minta saya untuk dipotret. Siap, Komandan!

Boruk dan neneknya di komplek Mesjid Eyup Sultan. Boruk menyapa saya dan dia begitu senang mengetahui nama saya pakai kata Ahmad, katanya sama seperti nama kakeknya.

Salih, supir Green Tour yang saya ikuti di Goreme, Cappadocia. Berpose dengan latar makam sultan, yang konon makam Alp Arslan.

Salim dengan pakaian khas pelayan Usmani dan Adiknya Muhammad, menjual es krim di depan Goreme Open Air Museum

Ketika saya mulai kebayang capek dan pegel kejauhan jalan kaki dari Rose Valley yang terletak di sebelah utara Goreme, dan pulangnya juga mesti jalan kaki, tiba-tiba Yasin lewat dengan ATV-nya (All Terrain Vehicle), hendak menuju ke arah yang sama dan dia menawarkan tebengan ke saya. Dengan girangnya saya lompat ke belakang si yasin. Sambil ngebut, dia nanya,
Yasin : nama saya Yasin, nama kamu siapa dan darimana?
Saya : nama saya Ahmad Takbir dari Indonesia
Yasin : Hmm.. Ahmad itu nama Orang Turki
Saya : bukannya itu nama khas orang Arab??
Yasin : Bukan... itu nama orang Turki
Saya ga mau ngasih komen lagi, udah dikasih tebengan malah ngajak debat, ntar diturunin dijalan lagi. hehehe

Dua orang perajin keramik di Selcuk memberikan demonstrasi cara pembuatan keramik dengan gayanya yang kocak.

Semih dan asistennya, menjelaskan kepada kami cara mendapatkan benang sutra dari kepompong ulat sutra dan teknik pembuatan karpet tradisional Turki di pusat pelatihan karpet, Selcuk.

Sekelompok anak sekolah dasar yang berdarma wisata di Museum Aphrodisias, berebutan minta dipotret







Rombongan anak sekolah di komplek Mesjid Biru Sultan Ahmet


Sedikit OOT, ragam pengunjung Mesjid Biru Sultan Ahmet, from Punk to Monk



Hingga Jin lampu

10 days Turkey's trip is accomplished



Wassalam,
Takbir

5 comments:

Unknown said...

lucu dan menakjubkan....ada promo mas buat traveling keturki.jazakillah...

Fahmi Syaifudin said...

mas Ahmad, salam kenal. Mas Ahmad pakai tour agent waktu di ephesus ? kalau boleh tau share nama tour agent nya ya. thnks mas

Takbir said...

Saya lupa nama travel turnya. Tapi waktu itu saya pesan lewat hotel tempat saya menginap dekat pasar/terminal kota selcuk. Traveling di Turki, paling mudah pesan tur lewat hotel/hostel. Mereka punya banyak brosur tur di lobby receptionist.

Unknown said...

hmmm pengen juga...mmm bisa bhsa turki nggak...ketemu orang indonesia yg udh lm disana nggak...kali aja bisa bhasa turki dan jadi sumber informasi....pengen kerja di turki

sumadi said...

kok orang turki gak ada yg jelek, putih bersih mancung tinggi bb standar.bahkan konon pengemis pun gk jelek amat setara artis lokal bintang 5 negeri sendiri